Lewati ke konten utama
Oktober 6, 2026Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
node.indotrenesia.com
Keamanan & Regulasi DeFi

THORChain Tolak Pemblokiran Alamat Peretas Bitget: Memahami Batasan Teknis Protokol Lintas Rantai

September 29, 2026 · Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
THORChain Tolak Pemblokiran Alamat Peretas Bitget: Memahami Batasan Teknis Protokol Lintas Rantai

Protokol pertukaran aset lintas rantai THORChain menolak permintaan resmi dari bursa kripto terpusat Bitget untuk memblokir alamat dompet yang terlibat dalam insiden peretasan senilai sekitar $388 juta. Penolakan ini mengemuka saat data transaksi publik mencatat dompet yang terikat dengan peretas mulai memindahkan sebagian aset curian senilai $6,3 juta dari Ether (ETH) ke Bitcoin (BTC) melalui infrastruktur THORChain.

Kasus ini menjadi titik perhatian penting dalam industri aset digital karena memperlihatkan benturan nyata antara upaya pemulihan dana oleh lembaga terpusat dan prinsip operasional arsitektur terdesentralisasi (*decentralized finance* atau DeFi).

Rincian Transaksi: Pemindahan $6,3 Juta Lewat Protokol Lintas Rantai

Berdasarkan analisis catatan transaksi publik THORChain yang dikonfirmasi oleh penjelajah rekam jejak blockchain Lookonchain, pihak peretas mengeksekusi serangkaian transaksi pertukaran (*swap*) dari dompet Ethereum milik mereka. Rangkaian order ini diajukan pada hari Senin antara pukul 03:55 hingga 06:23 UTC.

Data spesifik pergerakan dana tersebut mencakup fakta-fakta berikut:

  • Jumlah Transaksi Berhasil: Terdapat 27 transaksi *swap* yang terkonfirmasi sukses, mengubah sekitar 2.390 ETH menjadi 75.2 BTC.
  • Tujuan Pembayaran: Seluruh hasil penarikan Bitcoin dari 27 transaksi tersebut dialirkan ke satu alamat dompet Bitcoin tunggal.
  • Skala Transaksi: Sebagian besar transaksi diajukan dalam pecahan gelombang sekitar 100 ETH, dengan nilai setara kurang lebih $265.000 per transaksi.
  • Status Transaksi Lain: Empat transaksi tambahan yang melibatkan total 400 ETH tercatat masih berada dalam status tertunda (*pending*).
  • Batasan Harga Pasar: Pelaku sempat mengalami batasan slip harga. Dua order bernilai 100 ETH hanya terisi sebagian karena tidak memenuhi syarat harga minimum yang ditentukan sistem, sehingga mengembalikan sisa dana sekitar 114 ETH ke dompet pengirim.

Permintaan Bitget dan Sikap CEO Gracy Chen

Insiden peretasan Bitget sendiri terjadi pada 24 September, di mana penyerang berhasil menembus kendali keamanan dompet bursa dan melarikan aset senilai hampir $388 juta. Pihak Bitget menyatakan telah mengidentifikasi serta menutup celah kerentanan tersebut, meski belum merinci secara publik mekanisme teknis yang digunakan peretas untuk menembus sistem.

Sebagai langkah mitigasi, Bitget mempublikasikan daftar alamat dompet peretas dan menawarkan imbalan (*bounty*) sebesar 5% bagi pihak yang berkontribusi dalam pembekuan atau pemulihan dana tercuri. CEO Bitget, Gracy Chen, menyuarakan permintaan terbuka kepada pengelola THORChain melalui platform X agar menyetop layanan bagi dompet terkait.

“Alamat penyerang kami telah terdaftar secara publik dan dilacak secara aktif. Kami secara resmi meminta @THORChain untuk menolak layanan terhadap alamat-alamat ini. Dekentralisasi adalah prinsip desain, bukan perisai untuk memfasilitasi dana hasil kejahatan yang jelas terbukti,” tulis Gracy Chen.

Penjelasan Edukatif: Perbedaan Emergency Halt dan Selective Blacklist

Untuk memahami mengapa THORChain tidak memenuhi permintaan Bitget, pembaca perlu memahami perbedaan arsitektur antara bursa terpusat (CEX) dan protokol likuiditas terdesentralisasi (*cross-chain liquidity protocol*).

THORChain memungkinkan pengguna menukar aset dari jaringan blockchain yang berbeda secara langsung—misalnya dari rantai Ethereum ke rantai Bitcoin—tanpa harus mendaftar akun, melakukan proses *Know Your Customer* (KYC), atau mengandalkan perantara terpusat. Kendati transaksi tidak memerlukan izin akun, seluruh proses *swap* tetap tercatat secara publik transparan pada buku besar blockchain (*on-chain*).

Dalam tanggapan resminya, tim THORChain menegaskan bahwa arsitektur kode mereka tidak memiliki fitur untuk membekukan alamat atau transaksi secara individual (*selective freeze* atau *blacklist*).

THORChain menjelaskan dua konsep kendali teknis yang sering kali disalahpahami oleh publik:

  1. Emergency Halt (Penghentian Darurat): Fitur keamanan yang dirancang untuk menghentikan seluruh aktivitas perdagangan di seluruh jaringan atau membatasi rute rantai tertentu (seperti rute Ethereum). Fitur ini berdampak pada seluruh pengguna tanpa terkecuali.
  2. Selective Address Blocklist (Daftar Hitam Alamat): Fitur untuk memblokir dompet atau transaksi spesifik tertentu. Fitur ini lazim ditemukan pada bursa terpusat atau penerbit token terkelola (*managed token*), namun tidak diimplementasikan pada kontrak pintar dasar THORChain.

Apabila operator THORChain menggunakan fitur penghentian (*halt*), langkah tersebut secara otomatis akan menghentikan seluruh transaksi pengguna legitimasi lainnya yang sedang menggunakan rute perdagangan tersebut.

Konteks Historis: Penghentian Jaringan pada Mei 2026

Guna memberikan pemahaman yang utuh, THORChain merujuk pada pengalaman historis mereka saat mengaktifkan kendali darurat pada bulan Mei lalu. Kala itu, seorang peretas berhasil mencuri sekitar $10,7 juta dari salah satu *vault* internal tempat penyimpanan aset pertukaran protokol.

Pada insiden Mei tersebut, para operator berkoordinasi melakukan penghentian jaringan secara menyeluruh (*network halt*) selama pengembang menyelidiki dan menambal celah keamanan. Perdagangan baru dibuka kembali pada 22 Juni setelah penghentian berlangsung selama kurang lebih lima minggu.

THORChain menggarisbawahi bahwa pada insiden Mei pun, alamat dompet peretas tidak pernah dimasukkan ke dalam daftar hitam. Penghentian darurat dilakukan semata-mata untuk melindungi protokol internal yang sedang mengalami kebobolan, bukan untuk memblokir aset yang dicuri dari platform eksternal seperti kasus Bitget saat ini.

Hal yang Perlu Diperhatikan Pembaca

Fenomena ini menawarkan pelajaran penting mengenai struktur ekosistem aset digital:

  • Transparansi vs Kendali Eksklusif: Meskipun protokol terdesentralisasi tidak dapat membekukan transaksi perorangan, sifat transparan blockchain membuat setiap pergerakan dana tetap dapat dilacak oleh penyedia intelijen *on-chain* dan penegak hukum secara *real-time*.
  • Risiko & Arsitektur Protokol: Pengguna dan pelaku industri perlu menyadari bahwa aturan operasional pada protokol terdesentralisasi ditentukan oleh kode dan konsensus jaringan, di mana perubahan fungsi mendasar seperti pembuatan daftar hitam alamat memerlukan perubahan struktur sistem secara menyeluruh.

Hingga informasi terbaru dirilis, alur dana peretasan Bitget tetap menjadi titik pantauan utama bagi para analis *on-chain* seiring berlanjutnya upaya pelacakan aset di berbagai jaringan blockchain.

Sumber referensi: CoinDesk
CATATAN PENTING

Pahami konteksnya. Kelola risikonya. Lakukan DYOR.

Konten node.indotrenesia.com dibuat untuk edukasi dan navigasi informasi aset digital, bukan ajakan membeli, menjual, atau membuka posisi tertentu. Pahami risikonya, lakukan DYOR (Do Your Own Research), dan gunakan penilaianmu sendiri.

node.indotrenesia.com
01EDUKASIPahami konteks
02RISIKOPahami batasnya
03DYORRiset sendiri