Lewati ke konten utama
Oktober 6, 2026Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
node.indotrenesia.com
Pasar Aset Digital

Dominasi Bitcoin Dekati 60% Saat Pasar Masuk Mode Risk-On Jelang Data Ekonomi AS

Oktober 3, 2026 · Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
Dominasi Bitcoin Dekati 60% Saat Pasar Masuk Mode Risk-On Jelang Data Ekonomi AS

Pergerakan aset digital menunjukkan penguatan yang berfokus pada aset-aset berisiko (risk-on), ditandai oleh lonjakan pangsa pasar Bitcoin yang mendekati 60% dan penurunan porsi koin stabil seperti Tether (USDT). Pada perdagangan Jumat jam 09:10 UTC, Bitcoin (BTC) mencatatkan kenaikan 3,4% dalam 24 jam terakhir hingga melewati level $86.000, mendahului rilis laporan tenaga kerja utama Amerika Serikat.

Kenaikan ini didukung oleh peningkatan aktivitas pada pasar derivatif, di mana keterlibatan dana terleverage terus bertambah. Meskipun gambaran pasar secara umum menghijau, gejolak harga yang tinggi tecermin dari lonjakan angka likuidasi posisi perdagangan harian.

Pergeseran Modal dari Kas ke Aset Berisiko

Salah satu indikator utama untuk mengukur kecenderungan risiko para pelaku pasar adalah proporsi kepemilikan aset. Dominasi Bitcoin—yaitu persentase nilai kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan total nilai seluruh aset digital—kini bergerak menuju level 60%. Di saat yang sama, dominasi USDT sebagai stablecoin terbesar yang dipatok ke dolar AS menyusut ke kisaran 6,3%.

Penurunan pangsa pasar USDT menandai bahwa para pelaku pasar mulai memindahkan dana simpanan tunai mereka keluar dari aset aman untuk ditempatkan pada koin digital yang menjanjikan imbal hasil lebih tinggi. Fenomena rotasi modal ini menjadi sinyal klasik masuknya pasar ke dalam fase keberanian mengambil risiko.

Meskipun mayoritas kripto utama menguat, aset berkapitalisasi besar seperti Ether (ETH) yang berada di level $2.681,90, XRP, Solana (SOL), serta BNB belum mampu menandingi kecepatan laju Bitcoin dalam periode yang sama.

Sinyal Pengungkit Pasar Derivatif dan Risiko Volatilitas

Penguatan harga tidak hanya terjadi di pasar spot, tetapi juga didorong oleh percepatan transaksi di pasar derivatif berjangka. Data menunjukkan bahwa Open Interest (OI) Bitcoin—total nilai kontrak derivatif terintegrasi yang belum diselesaikan—meningkat dari $20,9 miliar menjadi $22,4 miliar hanya dalam satu hari.

Bersamaan dengan kenaikan OI, funding rate atau biaya periodik yang ditukarkan antara pemegang posisi long (beli) dan short (jual) pada platform seperti Hyperliquid dan OKX melonjak hingga 9%–10% secara tahunan. Tingkat dasar (basis) 3 bulanan di Deribit juga stabil di atas 6%.

Dari sisi pasar opsi, instrumen pasar juga mengindikasikan optimisme harga:

  • Put/Call Ratio: Rasio volume opsi jual terhadap opsi beli mencapai 88% memihak pada posisi call (naik dari 83%).
  • 25-Delta Skew 1 Minggu: Melandai ke tingkat ~1,5% (dari sebelumnya ~4%).
  • Struktur Term Opsi: Berada dalam kondisi contango, di mana volatilitas tersirat untuk periode pendek berada di level 27%–28% dan meningkat hingga sekitar 40% untuk akhir tahun 2027.

Namun, leverage yang tinggi membawa konsekuensi volatilitas mendadak. Menurut data CoinGlass, total likuidasi dalam 24 jam melonjak signifikan menjadi $344 juta, jauh di atas posisi hari sebelumnya sebesar $100 juta. Penutupan paksa ini didominasi oleh pemegang posisi short sebesar 72%, berbanding 28% posisi long, dengan porsi terbesar berasal dari BTC ($132 juta) dan ETH ($70 juta). Peta likuidasi Binance mencatat level harga $87.400 sebagai titik krusial yang perlu dipantau jika kenaikan berlanjut.

Proyeksi Makroekonomi: Data Tenaga Kerja AS dan Imbal Hasil Treasury

Faktor eksternal dari kebijakan moneter AS menjadi fondasi utama penentu arah pergerakan aset berisiko. Pasar saat ini menantikan rilis laporan data tenaga kerja non-pertanian (nonfarm payrolls) AS bulan September. Konsensus perkiraan ekonomi FactSet memproyeksikan penambahan 90.000 lapangan kerja—menurun dibanding 162.000 pada bulan Agustus—dengan tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di level 4,1%.

Data perekonomian ini berkaitan langsung dengan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yield), khususnya imbal hasil riil yang disesuaikan dengan inflasi. Kepala Pemasaran Tesseract Group (perusahaan pengelola aset sebesar $500 juta), Oliver Carding, memberikan pandangan terkait indikator ini.

“Saya memantau payrolls hari Jumat dan laporan CPI tanggal 14 Oktober terutama untuk dampaknya terhadap imbal hasil jangka panjang. Saya menggunakan imbal hasil riil 10-tahun di kisaran 3% sebagai level pemantauan. Pergerakan yang bertahan di atas level tersebut akan membuat pengujian ulang harga ke kisaran $80.000 hingga $82.000 lebih mungkin terjadi daripada dorongan menuju $90.000,” ujar Carding.

Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) pada bulan Oktober kini merosot ke angka 30%, turun dari posisi sebelumnya sebesar 70%. Pergeseran ini dipicu oleh nada pernyataan yang cenderung melunak (dovish) dari Presiden Fed New York John Williams dan Wakil Ketua Fed Philip Jefferson. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah umumnya menjadi angin segar bagi aset kripto, kecuali jika data tenaga kerja melonjak jauh melampaui estimasi pasar.

Rotasi Kinerja Altcoin dan Dinamika Sektoral

Di luar dominasi Bitcoin, beberapa aset digital berkapitalisasi menengah dan besar mencatatkan pergerakan harga yang cukup kontrastif:

  • Aset Berkinerja Unggul: LayerZero (ZRO) melonjak sekitar 11% mendekati $1,91, sementara Aave (AAVE) menguat 9% ke level $182. Dorongan ini dipicu oleh diskusi tata kelola mengenai pembaruan protokol dan mekanisme pembagian biaya (fee-switch). Token SKY dan Aptos (APT) juga melonjak antara 7% hingga 10%.
  • Sektor Memecoin: Menunjukkan daya tahan sektoral yang dipimpin oleh dogwifhat (WIF) yang naik 6,2% ke $0,26, serta token platform launchpad pump.fun (PUMP) yang menguat sekitar 4% ke $0,005510.
  • Aset yang Mengalami Akselerasi Profit-Taking: Quant (QNT) terkoreksi sekitar 15% ke kisaran $250 setelah sempat melonjak lebih dari tiga kali lipat. Ethena (ENA) dan NEAR Protocol masing-masing melorot 9% (ke $0,25) dan 8,6% (di bawah $5,00). Stacks (STX) dan Midnight (NIGHT) juga menghentikan reli mereka dengan penurunan sekitar 5% hingga 5,6%.

Navigasi Bagi Pelaku Pasar

Kondisi pasar saat ini memperlihatkan perpaduan antara optimisme struktural dan risiko teknis jangka pendek. Penurunan porsi kas (USDT) menunjukkan keyakinan modal yang kembali masuk ke aset kripto. Kendati demikian, tingkat pengungkit (leverage) yang tinggi pada pasar derivatif dapat memicu pembersihan posisi (flash liquidation) secara tiba-tiba apabila terjadi ketidaksesuaian antara realisasi data makroekonomi AS dengan konsensus perkiraan pasar.

Bagi pembaca dan pelaku pasar, memahami hubungan antara laporan data tenaga kerja, pergerakan imbal hasil obligasi AS, serta titik-titik likuidasi derivatif menjadi kunci penting dalam mengelola risiko portofolio aset digital secara proporsional.

Sumber referensi: CoinDesk
CATATAN PENTING

Pahami konteksnya. Kelola risikonya. Lakukan DYOR.

Konten node.indotrenesia.com dibuat untuk edukasi dan navigasi informasi aset digital, bukan ajakan membeli, menjual, atau membuka posisi tertentu. Pahami risikonya, lakukan DYOR (Do Your Own Research), dan gunakan penilaianmu sendiri.

node.indotrenesia.com
01EDUKASIPahami konteks
02RISIKOPahami batasnya
03DYORRiset sendiri