Lewati ke konten utama
Oktober 6, 2026Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
node.indotrenesia.com
Home›Edukasi Pasar›Artikel
Edukasi Pasar

Bitcoin Tertahan di Kisaran $84.000 jelang Kadaluarsa Opsi $14 Miliar, Altcoin Utilitas Mulai Menguat

September 25, 2026 · Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
Bitcoin Tertahan di Kisaran $84.000 jelang Kadaluarsa Opsi $14 Miliar, Altcoin Utilitas Mulai Menguat

Pasar aset digital memasuki fase konsolidasi setelah Bitcoin bergerak relatif mendatar di kisaran $84.000 hingga $85.000. Pergerakan menyamping ini berlangsung bersamaan dengan melandainya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan penurunan tipis harga minyak mentah, di tengah antisipasi pasar terhadap jatuh tempo opsi Bitcoin senilai sekitar $14 miliar di bursa Deribit.

Di saat aset kripto utama berkapitalisasi besar tidak menunjukkan perubahan arah yang drastis, pergerakan signifikan justru terlihat pada jajaran kripto alternatif (altcoin). Rotasi modal ini memicu kenaikan harga pada sejumlah token yang memiliki basis utilitas serta fungsionalitas ekosistem yang jelas.

Dinamika Pergerakan Bitcoin dan Jatuh Tempo Opsi Deribit

Berdasarkan data CoinDesk, Bitcoin diperdagangkan sedikit di atas level $84.000 pada Jumat, mencatatkan pergerakan netral dalam kurun 24 jam setelah sempat terkoreksi di bawah level tersebut pada pertengahan pekan. Mayoritas token berkapitalisasi besar tercatat bergerak terbatas di bawah 2%.

Fokus pelaku pasar terarah pada agenda kadaluarsa kontrak opsi Bitcoin di platform Deribit dengan nilai estimasi $14 miliar. Posisi harga Bitcoin yang berada di bawah $85.000 menjadi titik krusial, mengingat level harga kesepakatan (strike price) $85.000 memegang volume opsi beli (call options) yang cukup dominan.

Sebagai penjelasan edukatif, call option merupakan kontrak derivatif yang memberikan hak kepada pembeli untuk membeli suatu aset pada harga tertentu sebelum tanggal jatuh tempo. Ketika harga pasar berada di bawah harga kesepakatan utama jelang ekspirasi, dinamika penyesuaian posisi oleh para pedagang derivatif berpotensi memicu volatilitas jangka pendek.

Dari sudut pandang teknikal, Alex Kuptsikevich, Analis Pasar Utama di FxPro, menilai penurunan Bitcoin belakangan ini sebagai fase tertahannya tren naik secara sementara. Menurutnya, pergerakan harga belum mampu menyelesaikan pola ekstensi Fibonacci 161,8% dari gelombang penguatan yang dimulai sejak pertengahan Agustus.

“Seperti halnya kapitalisasi pasar secara keseluruhan, aset kripto utama ini menghadapi resistensi di dekat level dukungan penting sebelumnya. Namun, kegagalan BTC menyelesaikan pola ekstensi Fibonacci ke 161,8% dalam satu kali dorongan tidak menghilangkan struktur tren naik yang belum selesai,” tulis Alex Kuptsikevich dalam catatannya.

Ia menambahkan bahwa penyesuaian harga merupakan hal yang wajar dalam siklus pasar aset digital. Kuptsikevich mengingatkan kembali bahwa pada siklus 2021, Bitcoin sempat mengalami koreksi lebih dari 50% dari titik tertingginya sebelum akhirnya mencetak rekor harga baru. Oleh karena itu, skenario penurunan hingga ke kisaran $70.000—meskipun berisiko bagi spekulan jangka pendek—dinilai tidak merusak proyeksi pergerakan jangka panjang secara keseluruhan.

Penguatan Altcoin Berbasis Utilitas

Ketika pergerakan Bitcoin cenderung stagnan, sejumlah altcoin mencatatkan penguatan harga yang substansial. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh Quant (QNT) yang melonjak hingga 38,2% dalam 24 jam terakhir hingga mendekati level $100. Kenaikan signifikan juga dialami Ondo Finance (ONDO) yang melesat sekitar 27% hingga 28% mencapai kisaran $0,54, diikuti Chainlink (LINK) yang terangkat 11%.

Aset digital lainnya seperti Algorand (ALGO), Aerodrome (AERO), serta CC turut mencatatkan kenaikan berkisar antara 8% hingga 9%. Menariknya, tidak ada kategori token berbasis humor (memecoin) yang menembus daftar sepuluh aset berkinerja terbaik pada periode ini.

Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran arus modal dari perdagangan spekulatif murni menuju proyek-proyek aset kripto yang menawarkan penggunaan nyata, seperti infrastruktur interoperabilitas, real-world assets (RWA), dan jaringan orakel data.

Sinyal Pasar Makroekonomi dan Pasar Keuangan Global

Perkembangan di pasar kripto juga berjalan seiring dengan perubahan dinamika makroekonomi global. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun tercatat turun dua basis poin menjadi 5,17%, setelah pada dua sesi sebelumnya sempat melonjak lebih dari 20 basis poin.

Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent merosot 1% ke kisaran $105 per barel menyusul laporan mengenai pembahasan kesepakatan bertahap antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Di pasar valuta asing, mata uang Yen Jepang menguat hingga 0,6% ke level 158 per dolar AS, mengarah pada kinerja harian terbaiknya dalam lebih dari dua pekan berdasarkan data Bloomberg. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyampaikan bahwa Presiden AS Donald Trump memahami kekhawatiran Jepang atas pelemahan Yen dan berkomitmen melakukan koordinasi bersama Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.

Langkah intervensi bersama ini mengikuti pelemahan Yen sekitar 3,5% terhadap dolar AS sejak 8 September, di mana kedua negara sebelumnya telah melakukan pembelian Yen pada musim panas untuk menstabilkan nilai tukarnya.

Perkembangan Industri dan Edukasi Navigasi Risiko

Di luar pergerakan harga, lanskap industri aset digital juga diwarnai sejumlah perkembangan penting lain yang memperlihatkan dinamika teknis dan regulasi:

  • Produk Investasi Terstruktur: Produk ETF Bitcoin spot dilaporkan berhasil memulihkan penurunan arus modal sebesar $5.8 miliar yang sempat terjadi sebelumnya.
  • Langkah Regulasi Pasar: Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat secara resmi mengizinkan perusahaan komoditas AS untuk berinvestasi pada aset ter-tokenisasi dan memanfaatkan catatan berbasis blockchain. Di saat bersamaan, U.S. Federal Reserve mulai melangkah pada usulan implementasi undang-undang GENIUS Act terkait stablecoin.
  • Tantangan Keamanan Infrastruktur: Bursa kripto Bitget melaporkan adanya insiden peretasan senilai $352 juta. CEO Bitget, Gracy Chen, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi akibat transaksi palsu (spoofed transfers) dan bukan karena kebocoran kunci privat (private keys), sembari memastikan dana pengguna tetap aman.

Memahami keterhubungan antara dinamika pasar derivatif, indikator makroekonomi, dan faktor keamanan merupakan bagian penting dalam mengoreksi risiko di pasar aset digital. Peristiwa kadaluarsa opsi berukuran besar seperti yang terjadi di bursa Deribit sering kali memicu penyesuaian likuiditas sementara, tetapi fundamental proyek dan arah kebijakan makro tetap menjadi penentu arah pasar dalam jangka menengah hingga panjang.

Sumber referensi: CoinDesk
CATATAN PENTING

Pahami konteksnya. Kelola risikonya. Lakukan DYOR.

Konten node.indotrenesia.com dibuat untuk edukasi dan navigasi informasi aset digital, bukan ajakan membeli, menjual, atau membuka posisi tertentu. Pahami risikonya, lakukan DYOR (Do Your Own Research), dan gunakan penilaianmu sendiri.

node.indotrenesia.com
01EDUKASIPahami konteks
02RISIKOPahami batasnya
03DYORRiset sendiri