Lewati ke konten utama
Oktober 6, 2026Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
node.indotrenesia.com
Kebijakan & Regulasi

Arah Baru Regulasi Kustodian Kripto SEC dan Strategi Integrasi Pasar

September 23, 2026 · Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
Arah Baru Regulasi Kustodian Kripto SEC dan Strategi Integrasi Pasar

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) tengah memproses kerangka regulasi penyimpanan atau kustodian kripto (crypto custody) untuk memberikan kepastian hukum bagi perantara keuangan teratur. Langkah ini dirancang agar lembaga keuangan tradisional dapat mengintegrasikan teknologi blockchain serta mengelola aset digital secara transparan.

Chief Counsel dari SEC Crypto Task Force, Taylor Lindman, menyampaikan bahwa regulator fokus menyusun aturan dasar yang memfasilitasi asimilasi pasar kripto ke dalam industri sekuritas teratur. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara CoinDesk Policy & Regulation di Washington, D.C.

Dua Jalur Aturan Kustodian untuk Lembaga Keuangan

Dalam struktur pasar keuangan, kustodian (custody) merujuk pada kewenangan dan mekanisme penyimpanan aset nasabah oleh lembaga terpercaya guna meminimalkan risiko kehilangan atau penyalahgunaan. SEC kini menyiapkan dua jalur aturan utama yang menargetkan kelompok pelaku industri yang berbeda.

Proposal pertama ditujukan bagi penasihat investasi (investment advisers) dan saat ini sedang berada dalam tahap peninjauan oleh Office of Management and Budget (OMB) di Gedung Putih. Setelah mendapatkan persetujuan OMB, SEC akan mempublikasikan proposal tersebut secara resmi untuk menerima masukan publik dan pelaku industri.

Proposal kedua diperuntukkan bagi perantara pedagang efek atau broker-dealer. Aturan ini telah masuk dalam agenda regulator, meskipun belum dikirimkan ke OMB untuk peninjauan resmi. Kerangka kerja untuk broker-dealer ini bertujuan memperjelas tata cara membawa dan menyimpan aset kripto non-sekuritas tanpa memerlukan pendaftaran khusus yang memberatkan.

“Gambaran besarnya adalah kami mencoba mengasimilasi perantara sekuritas yang ada dan partisipan pasar ke dalam dunia di mana mereka merasa nyaman menggunakan blockchain, bahkan memegang dan bertransaksi aset kripto, baik yang tergolong sekuritas maupun non-sekuritas,” ujar Taylor Lindman.

Pergeseran Pendekatan Regulasi dari Era Sebelumnya

Inisiatif regulasi kustodian ini menandai pergeseran arah dari upaya sebelumnya pada 2023 di bawah kepemimpinan mantan Ketua SEC Gary Gensler. Kala itu, proposal kustodian yang diajukan cenderung membatasi entitas kripto untuk bertindak sebagai kustodian sah, hingga akhirnya proposal tersebut tidak pernah difinalisasi dan dibatalkan menyusul pergantian kepemimpinan di regulator yang dibawa oleh Presiden Donald Trump.

Sebelum penyusunan aturan baru ini, SEC telah mengambil beberapa langkah interim untuk memberikan panduan sementara bagi pasar:

  • Pernyataan Staf Desember: Memberikan petunjuk operasional sementara bagi broker-dealer dalam menangani penyimpanan aset kripto sebelum aturan definitif terbit.
  • Langkah September 2025: Mengizinkan penasihat investasi menempatkan aset pelanggan pada trust berpiagam negara bagian (state-chartered trusts) yang memenuhi syarat sebagai kustodian kripto (qualified crypto custodians).

Pembangunan Pondasi Regulasi Pasar Aset Digital

Selain kerangka kustodian, agenda regulasi SEC mencakup usulan aturan penawaran kripto (crypto offerings) serta pengecualian khusus untuk mempermudah perdagangan sekuritas ter-tokenisasi (tokenized securities). Lindman menggambarkan rangkaian kebijakan ini sebagai “pembangunan pondasi” yang krusial bagi keberlanjutan industri.

Langkah-langkah prosedural ini berupaya mengubah persepsi terhadap aset digital—yang sebelumnya kerap dianggap berisiko tinggi dan sulit dijangkau regulasi—menjadi instrumen yang memiliki kejelasan batas hukum, termasuk untuk kategori stablecoin dan aset kripto non-sekuritas.

Navigasi Industri: Apa yang Perlu Diperhatikan?

Pengembangan kerangka kustodian oleh SEC membawa beberapa implikasi penting bagi perkembangan ekosistem aset digital ke depan:

  • Proses Persetujuan OMB: Hasil peninjauan OMB atas proposal penasihat investasi menjadi indikator awal kapan periode konsultasi publik resmi akan dimulai.
  • Keterlibatan Lembaga Tradisional: Kepastian aturan kustodian berpotensi mendorong bank dan institusi finansial teratur untuk membuka layanan penyimpanan kripto secara langsung.
  • Keamanan Aset Nasabah: Kerangka kerja yang jelas menetapkan standar operasional pemisahan aset (segregation of funds) dan perlindungan dari risiko kepailitan perantara.

Langkah SEC ini menunjukkan transisi menuju pendekatan regulasi berbasis pendaftaran dan standar operasional. Bagi pelaku industri dan investor, perkembangan proses penyusunan aturan ini menjadi parameter utama dalam mengukur sejauh mana kejelasan hukum aset digital terbentuk di pasar Amerika Serikat.

Sumber referensi: CoinDesk
CATATAN PENTING

Pahami konteksnya. Kelola risikonya. Lakukan DYOR.

Konten node.indotrenesia.com dibuat untuk edukasi dan navigasi informasi aset digital, bukan ajakan membeli, menjual, atau membuka posisi tertentu. Pahami risikonya, lakukan DYOR (Do Your Own Research), dan gunakan penilaianmu sendiri.

node.indotrenesia.com
01EDUKASIPahami konteks
02RISIKOPahami batasnya
03DYORRiset sendiri