Lewati ke konten utama
Oktober 6, 2026Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
node.indotrenesia.com
Kebijakan & Regulasi

Kebijakan Regulasi AS Dorong Sentimen Pasar Kripto: Bitcoin Bertahan di $86.900, Zcash Melonjak 10%

September 23, 2026 · Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
Kebijakan Regulasi AS Dorong Sentimen Pasar Kripto: Bitcoin Bertahan di $86.900, Zcash Melonjak 10%

Dinamika pasar aset digital kembali menunjukkan sinyal positif seiring berjalannya dua perkembangan penting dari ranah kebijakan di Washington, Amerika Serikat. Langkah legislatif terkait pengelolaan aset kripto negara serta keputusan diskresioner dari institusi pengawas pasar modal menjadi katalis utama yang menopang stabilitas harga Bitcoin dan mendorong penguatan pada sejumlah token utama.

Pada perdagangan sesi Asia, Rabu pagi, Bitcoin berhasil mempertahankan posisinya di kisaran $86.900 atau mencatatkan kenaikan harian sebesar 1%. Di saat yang sama, Zcash (ZEC) memimpin penguatan di antara aset kripto berkapitalisasi besar dengan lonjakan 10% hingga melampaui $1.616. Sentimen positif pasar ini turut didukung oleh meredanya kekhawatiran inflasi global akibat penurunan harga minyak mentah dan kondisi likuiditas makro yang relatif stabil.

Tim Redaksi Node.IndoTrenesia.com merangkum perkembangan regulasi, data teknis pergerakan harga, serta konteks makroekonomi untuk membantu Anda memahami implikasi dari dinamika terkini pasar aset digital.

Progres Legislasi: Apa Isi RUU Cadangan Bitcoin Strategis AS?

Faktor pertama yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah kemajuan rancangan undang-undang (RUU) bertajuk American Reserve Modernization Act. Komite Layanan Keuangan DPR AS (House Financial Services Committee) telah meloloskan RUU tersebut pada 17 September dengan hasil pemungutan suara 28 mendukung dan 21 menolak, sehingga berkas rancangan kini melangkah ke pemungutan suara penuh di tingkat DPR (Full House).

Secara substansi, undang-undang ini dirancang untuk meletakkan kerangka hukum baku bagi pengelolaan kepemilikan aset digital milik pemerintah AS. Berikut poin-poin utama yang diatur dalam RUU tersebut:

  • Pembentukan Cadangan Resmi: Menempatkan sekitar 325.000 bitcoin yang saat ini telah dimiliki pemerintah AS—sebagian besar berasal dari penyitaan perkara pidana dan perdata—ke dalam Strategic Bitcoin Reserve (Cadangan Bitcoin Strategis) di bawah kewenangan Departemen Keuangan (Treasury).
  • Jangka Waktu Penyimpanan: Menerapkan kewajiban bagi pemerintah untuk menyimpan simpanan bitcoin tersebut selama minimal 20 tahun.
  • Transparansi dan Audit: Mewajibkan adanya audit berkala setiap kuartal guna membuktikan keberadaan dan keamanan cadangan aset secara publik.
  • Studi Pembelian Tambahan: Memerintahkan kajian akademis dan finansial mengenai opsi atau mekanisme untuk menambah jumlah cadangan bitcoin tanpa membebani atau menambah defisit anggaran negara.

Meskipun kelulusan di tingkat komite merupakan capaian terjauh yang pernah diraih oleh RUU cadangan aset digital di Kongres AS, undang-undang ini masih memerlukan persetujuan dari sidang paripurna DPR serta Senat sebelum dapat disahkan menjadi undang-undang resmi.

Langkah SEC dan Solusi Perdagangan Saham Tertokenisasi

Faktor kedua yang turut membentuk sentimen positif pasar datang dari langkah cepat Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Di tengah mandeknya pembahasan RUU struktur pasar kripto menyeluruh (CLARITY Act) di tingkat legislatif, SEC memanfaatkan kewenangan Innovation Exemption (pengecualian inovasi) untuk membuka jalan bagi perdagangan saham AS tertokenisasi secara on-chain dalam kurun waktu 24 jam.

Langkah regulator ini memberikan kepastian hukum sementara bagi proyek-proyek berbasis tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA), sekaligus meningkatkan kepercayaan investor institusional terhadap integrasi infrastruktur blockchain dengan pasar keuangan tradisional.

“Secara teknis, Bitcoin telah kembali berada di atas indikator rata-rata bergerak (moving average) 50 dan 200 minggu, dengan kenaikan sekitar 29% dalam 35 hari,” ujar Tony Dicarlo, Director of Institutional Propositions di RootstockLabs, dalam keterangannya kepada CoinDesk. “Dari sisi legislatif, SEC mengambil langkah aktif mendukung aset digital saat Kongres belum merampungkan undang-undang melalui Pengecualian Inovasi. Hal ini mengisi celah CLARITY Act dan mendorong reli tajam pada aset digital berbasis tokenisasi.”

Peta Pergerakan Aset Digital Utama

Respon pasar terhadap kombinasi kabar kebijakan ini memicu kenaikan merata di beberapa sektor token utama, meskipun tingkat penguatannya bervariasi:

  • Zcash (ZEC): Mencatat kinerja tertinggi di antara token besar dengan kenaikan 10% ke tingkat sedikit di atas $1.616 per koin berdasarkan data CoinDesk.
  • XRP: Menguat 6% hingga diperdagangkan di atas level $1,62.
  • HYPE: Mencatat kenaikan 4% mendekati harga $97.
  • Dogecoin (DOGE): Menambah nilai kapitalisasinya sebesar 4%.
  • Ether (ETH), BNB, dan Solana (SOL): Masing-masing mencatatkan penguatan moderat di bawah 1%.
  • TRON (TRX): Menjadi satu-satunya aset berkapitalisasi besar yang mengalami penurunan, yaitu terkoreksi sebesar 1%.

Konteks Makro: Penurunan Harga Minyak dan Likuiditas Moneter

Di luar faktor internal industri kripto, indikator makroekonomi global memberikan dukungan tambahan bagi selera risiko (risk-on appetite) para pelaku pasar.

Harga minyak mentah berjangka jenis Brent merosot di bawah 1% ke kisaran $99 per barel. Penurunan ini memperpanjang tren koreksi harga minyak selama enam sesi berturut-turut—rekor penurunan terpanjang dalam satu tahun terakhir. Redanya tekanan harga energi terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pejabat pemerintah AS telah melakukan pertemuan yang berjalan sangat baik dengan utusan diplomatik Iran di New York dalam upaya meredakan konflik regional.

Melandainya harga energi secara tidak langsung meredakan kekhawatiran terhadap laju inflasi, yang pada gilirannya menopang pergerakan pasar obligasi di kawasan Asia. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah berdurasi 10 tahun di Australia dan Selandia Baru masing-masing turun setidaknya 3 basis poin.

Sementara itu dari sektor moneter, Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) pekan lalu menaikkan suku bunga acuan melalui pemungutan suara internal yang cukup ketat (7 banding 2). Pembagian suara tersebut ditafsirkan oleh pelaku pasar sebagai sinyal bahwa BoJ akan menempuh jalur pengetatan moneter secara perlahan. Dampaknya, mata uang Yen mengalami pelemahan, yang tetap menjaga biaya pinjaman global relatif terjangkau serta mempertahankan arus likuiditas ke aset-aset berisiko.

Hal yang Perlu Diperhatikan Pembaca

Meskipun kombinasi antara progres regulasi AS dan kondisi makroekonomi memberikan dampak positif pada pergerakan harga saat ini, pembaca perlu memperhatikan beberapa dinamika jangka panjang:

  1. Proses Legislasi Berlanjut: Lolosnya RUU Cadangan Bitcoin di tingkat komite DPR baru merupakan tahap awal. Proses ini masih harus melewati pemungutan suara di tingkat DPR penuh serta Senat AS, yang dapat mengalami penyesuaian pasal atau penundaan jadwal.
  2. Sifat Diskresioner Kebijakan SEC: Penggunaan pengecualian inovasi oleh SEC memberikan kepastian jangka pendek untuk tokenisasi saham, namun kepastian hukum permanen tetap bergantung pada pengesahan kerangka kerja komprehensif oleh Kongres di masa depan.
  3. Volatilitas Pasar Aset Digital: Pergerakan harga teknis seperti kembalinya Bitcoin ke atas rata-rata bergerak 50 dan 200 minggu mencerminkan pemulihan struktur tren harian, namun fluktuasi jangka pendek tetap rentan terhadap perubahan dinamika geopolitik dan data ekonomi mendatang.
Sumber referensi: CoinDesk
CATATAN PENTING

Pahami konteksnya. Kelola risikonya. Lakukan DYOR.

Konten node.indotrenesia.com dibuat untuk edukasi dan navigasi informasi aset digital, bukan ajakan membeli, menjual, atau membuka posisi tertentu. Pahami risikonya, lakukan DYOR (Do Your Own Research), dan gunakan penilaianmu sendiri.

node.indotrenesia.com
01EDUKASIPahami konteks
02RISIKOPahami batasnya
03DYORRiset sendiri