Lewati ke konten utama
Oktober 6, 2026Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
node.indotrenesia.com
Home›Edukasi Pasar›Artikel
Edukasi Pasar

Mendorong Transaksi FX 24 Jam: Reap dan Visa Kembangkan Stablecoin Peso Meksiko

September 23, 2026 · Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
Mendorong Transaksi FX 24 Jam: Reap dan Visa Kembangkan Stablecoin Peso Meksiko

Integrasi teknologi blockchain dalam sistem keuangan global terus meluas ke sektor transaksi mata uang lokal. Platform fintech Reap, yang berada di bawah naungan Payward (perusahaan induk bursa kripto Kraken), mengumumkan rencananya untuk mengintegrasikan stablecoin berpatok peso Meksiko ke dalam ekosistem produk kartu, pembayaran lintas negara, serta manajemen perbendaharaan (treasury) milik mereka.

Melalui kemitraan strategis global bersama Visa, langkah ini dirancang untuk menghadirkan penyelesaian transaksi valuta asing atau Foreign Exchange (FX) secara onchain yang beroperasi penuh selama 24 jam sehari tanpa terikat jam operasional perbankan konvensional.

Mengatasi Keterbatasan Jam Perbankan dan Efisiensi Biaya Lintas Negara

Secara teknis, jaringan blockchain publik beroperasi secara kontinu sepanjang waktu. Sebaliknya, infrastruktur FX tradisional masih sangat bergantung pada jam kerja perbankan harian, keterlibatan bank koresponden, serta proses penyelesaian transaksi yang kerap membutuhkan waktu hingga beberapa hari kerja.

Kondisi ini menciptakan tantangan efisiensi, terutama pada koridor pembayaran lintas negara di pasar berkembang. Mengirimkan dana antar-mata uang lokal di wilayah tersebut dapat menimbulkan beban biaya transaksi yang tergolong tinggi, yakni berkisar antara 5% hingga 7%.

Pendiri Reap, Daren Guo, menjelaskan bahwa saat ini sekitar 99% pembayaran berbasis stablecoin di dunia masih didominasi oleh token berpatok Dolar AS (USD). Padahal, sebagian besar aktivitas transaksi dagang dan komersial yang dilakukan oleh para pelaku usaha di tingkat global terjadi menggunakan mata uang lokal masing-masing negara.

Inisiatif untuk menyediakan token berbasis mata uang lokal seperti peso Meksiko ditujukan untuk memberikan kepastian biaya, sekaligus mempermudah perusahaan dalam mengelola risiko fluktuasi nilai tukar di luar jam operasional bank.

Sinergi Infrastruktur Jaringan dan Kepatuhan Regulasi

Dalam penerapannya, model operasional ini membagi peran secara spesifik antara penyedia jaringan pembayaran dan penerbit instrumen keuangan. Visa beroperasi pada tingkat jaringan (network level) untuk memfasilitasi mekanisme settlement transaksi stablecoin. Sementara itu, Reap bertanggung jawab atas operasional penerbitan kartu ter-regulasi, mencakup verifikasi identitas nasabah, pemeriksaan kepatuhan hukum (compliance), hingga pengurusan hubungan perbankan.

Reap memegang lisensi Visa Principal Issuer Member (VPIM) di wilayah Hong Kong dan Meksiko. Status kepemilikan lisensi ini memungkinkan perusahaan untuk menerbitkan kartu transaksi menggunakan Bank Identification Numbers (BINs) milik mereka sendiri, serta melayani mitra bisnis di lebih dari 100 pasar internasional.

“Visa memastikan stablecoin dapat diselesaikan (settle), sementara Reap memastikan stablecoin tersebut dapat dibelanjakan (spendable),” ujar Daren Guo.

Mengenai integrasi ini, Stephen Karpin selaku Presiden Visa wilayah Asia-Pasifik menegaskan bahwa penyelesaian berbasis blockchain tidak diposisikan sebagai pengganti penuh sistem pembayaran tradisional. Menurutnya, infrastruktur perbankan konvensional dan jaringan blockchain bersifat saling melengkapi (complementary).

Fokus utama pengembangannya adalah mengurangi hambatan operasional di area mana stablecoin mampu memberikan efisiensi tinggi, sembari tetap menjaga interoperabilitas dengan sistem keuangan yang sudah ada.

Rencana Ekspansi Token Non-USD dan Pertumbuhan Kinerja

Selain peso Meksiko, Reap juga mengkaji peluang eksplorasi stablecoin yang terikat pada mata uang Dolar Hong Kong (HKD), Euro (EUR), Won Korea Selatan (KRW), serta Yen Jepang (JPY). Meski demikian, perusahaan belum menetapkan tenggat waktu peluncuran resmi maupun mengumumkan penerbit (issuer) dari calon token non-USD tersebut.

Eksplorasi lini produk baru ini berjalan seiring dengan pertumbuhan volume transaksi perusahaan. Pada semester pertama tahun 2026, volume kartu dan pembayaran Reap mencatatkan pertumbuhan sebesar 33% secara tahunan (year-over-year). Pertumbuhan ini melanjutkan tren positif dari tahun 2025, di mana pendapatan dan volume transaksi perusahaan sempat meningkat hingga tiga kali lipat.

Pengambilalihan Reap oleh Payward juga memperluas kapabilitas layanan perusahaan, termasuk potensi pengembangan akses terhadap imbal hasil (yield), aset ekuitas ter-tokenisasi, hingga fasilitas perdagangan digital.

Hal yang Perlu Diperhatikan Pembaca

Pengembangan stablecoin berpatok mata uang lokal menandai pergeseran fungsi aset digital menuju utilisasi finansial riil bagi sektor korporasi. Namun, dalam menavigasi perkembangan ini, terdapat beberapa faktor kunci yang perlu diperhatikan:

  • Kepatuhan Regulasi Lokal: Penggunaan stablecoin mata uang non-USD sangat bergantung pada kerangka hukum di masing-masing negara terkait lisensi penerbitan, transparansi cadangan agunan, dan aturan transfer dana.
  • Tingkat Likuiditas Pasar: Dominasi stablecoin berbasis USD yang mencapai 99% menunjukkan bahwa token mata uang lokal masih membutuhkan waktu untuk membangun likuiditas pasar agar efisien digunakan secara luas.
  • Interoperabilitas Sistem: Keberhasilan pemanfaatan settlement 24/7 ditentukan oleh seberapa lancar integrasi antara protokol blockchain dan rel perbankan konvensional tanpa menimbulkan risiko operasional tambahan.

Langkah yang diambil oleh Reap dan Visa memberikan gambaran nyata bagaimana teknologi perbankan dan aset digital mulai berkolaborasi untuk mengatasi keterbatasan jam operasional dan biaya pada sistem keuangan lintas negara.

Sumber referensi: CoinDesk
CATATAN PENTING

Pahami konteksnya. Kelola risikonya. Lakukan DYOR.

Konten node.indotrenesia.com dibuat untuk edukasi dan navigasi informasi aset digital, bukan ajakan membeli, menjual, atau membuka posisi tertentu. Pahami risikonya, lakukan DYOR (Do Your Own Research), dan gunakan penilaianmu sendiri.

node.indotrenesia.com
01EDUKASIPahami konteks
02RISIKOPahami batasnya
03DYORRiset sendiri