Lewati ke konten utama
Oktober 6, 2026Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
node.indotrenesia.com
Home›Stablecoins›Artikel
Stablecoins

Binance Suntik $100 Juta ke Circle: Mampukah USDC Mengikis Dominasi Tether?

September 27, 2026 · Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
Binance Suntik $100 Juta ke Circle: Mampukah USDC Mengikis Dominasi Tether?

Bursa kripto global Binance secara resmi menanamkan investasi senilai $100 juta dalam bentuk kepemilikan saham di Circle, entitas penerbit stablecoin USD Coin (USDC). Selain akuisisi saham, kedua perusahaan menyepakati perjanjian komersial berdurasi lima tahun untuk memperluas promosi dan integrasi USDC di seluruh platform Binance. Langkah strategis ini memperkuat aliansi kedua pihak sekaligus memperketat persaingan dengan Tether (USDT) yang selama ini memimpin pasar stablecoin terikat dolar AS.

Kemitraan ini memberikan Binance kepentingan langsung terhadap pertumbuhan nilai Circle, sekaligus menyediakan saluran distribusi yang sangat masif bagi USDC, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini didominasi oleh USDT.

Struktur Kerja Sama dan Model Distributor-Pemegang Saham

Sebagai informasi dasar, stablecoin merupakan aset digital yang nilainya dipatok 1:1 terhadap mata uang fiat tertentu, seperti dolar AS, untuk menjaga kestabilan nilai di tengah volatilitas pasar aset digital. USDC saat ini merupakan stablecoin terbesar kedua di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar $74 miliar, berada di belakang Tether (USDT) yang memimpin pasar dengan kapitalisasi sekitar $140 miliar.

Suntikan dana sebesar $100 juta ini memperjelas arah hubungan bisnis kedua perusahaan. Analis dari Clear Street, Owen Lau, menilai bahwa langkah ini mengoptimalkan jalinan kerja sama antara kedua institusi. Model ini menciptakan penyelarasan insentif di mana Binance bertindak sebagai distributor utama sekaligus memegang porsi kepemilikan di entitas penerbit, serupa dengan pola hubungan yang telah dijalin Circle bersama Coinbase.

Meskipun Binance menandatangani perjanjian baru dengan Circle, hubungan komersial Circle dengan Coinbase tetap berjalan tanpa mengurangi skema pembagian ekonomi yang telah ada sebelumnya.

Data Pertumbuhan Perdagangan USDC di Binance

Arah penguatan adopsi USDC di Binance sebenarnya telah terlihat sejak kedua perusahaan menjalin kolaborasi pertama pada Desember 2024. Data dari penyedia analitik Kaiko menunjukkan lonjakan signifikan dalam penyediaan pasar dan volume transaksi spot USDC di Binance sejak periode tersebut.

  • Jumlah Pasar Spot: Ketika kemitraan pertama dimulai pada akhir 2024, Binance menyediakan 140 pasangan perdagangan spot berkuotasi USDC. Angka tersebut kini melonjak menjadi 329 pasangan. Sebagai pembanding, pertumbuhan dari tahun 2021 hingga akhir 2024 tergolong lambat, yaitu hanya bergerak dari 39 menjadi 140 pasar.
  • Volume Perdagangan Bulanan: Volume transaksi bulanan USDC di Binance naik sekitar dua kali lipat, dari kisaran $20 miliar–$40 miliar sebelum kerja sama, menjadi konsisten di atas $80 miliar per bulan.
  • Pangsa Pasar Harian: Head of Research Kaiko, Anastasia Melachrinos, mencatat bahwa sepanjang tahun 2026 Binance konsisten memproses volume perdagangan spot harian USDC sebesar $5 miliar hingga $10 miliar. Angka ini berkisar 10 hingga 20 kali lebih tinggi dibandingkan bursa kripto lainnya yang rata-rata berada di bawah $0,5 miliar per hari.

Data Kaiko mengindikasikan bahwa lonjakan volume USDC secara global dalam beberapa waktu terakhir utamanya didorong oleh aktivitas perdagangan di dalam ekosistem Binance.

Tantangan Menghadapi Likuiditas Tether di Emerging Markets

Meski memperluas jangkauan distribusi melalui Binance, upaya USDC untuk menggeser posisi dominan Tether tidaklah sederhana. Martins Benkitis, Co-founder dan CEO pembuat pasar (market maker) Gravity Team, menjelaskan bahwa terdapat insentif yang jelas bagi Binance dan Circle untuk memperbesar skala USDC. Namun, keunggulan jaringan yang dimiliki USDT di pasar berkembang telah terbangun rapat selama bertahun-tahun.

Tether masih memegang keunggulan berupa likuiditas lokal yang lebih dalam, keberadaan pasangan perdagangan yang terintegrasi luas, serta kebiasaan pengguna di berbagai kawasan yang sudah sangat terbiasa menggunakan USDT untuk transaksi harian maupun perdagangan. Distribusi melalui bursa besar seperti Binance memang memberi tekanan tambahan pada USDT, tetapi pergeseran pangsa pasar dinilai akan berlangsung secara bertahap dan membutuhkan waktu.

Ekspansi Infrastruktur dan Diversifikasi Bisnis Circle

Di luar penerbitan stablecoin, Circle terus memperluas jaringan pembayaran dan infrastruktur keuangannya. Perusahaan merancang Circle Payments Network untuk menghubungkan lembaga keuangan dalam pemrosesan pembayaran berbasis stablecoin. Selain itu, Circle baru-baru ini mengumumkan rencana akuisisi perusahaan pembayaran Tazapay yang berbasis di Singapura senilai $400 juta guna memperoleh akses hubungan perbankan lokal dan rel pembayaran di negara-negara berkembang.

Langkah ekspansi ini terjadi di tengah lanskap persaingan yang kian meluas. Industri stablecoin kini tidak hanya diisi oleh pemain asli kripto seperti Circle dan Tether, melainkan juga menarik perhatian raksasa pembayaran tradisional seperti Visa, Mastercard, dan Stripe yang terus mengintegrasikan teknologi pembayaran berbasis aset digital ke dalam infrastruktur mereka.

Navigasi Bagi Pengguna Pasar Aset Digital

Bagi pelaku pasar dan pengguna aset digital, persaingan antara USDC dan Tether memberikan lebih banyak opsi likuiditas dan transparansi. Masuknya Binance sebagai penyokong utama distribusi USDC memperluas ketersediaan pasangan dagang berbasis USDC yang minim risiko deviasi nilai (depeg).

Kendati demikian, pengguna tetap perlu memperhatikan dinamika likuiditas di masing-masing platform. Keberadaan likuiditas lokal yang dalam pada pasangan USDT masih menjadi pertimbangan utama bagi efisiensi transaksi, terutama di wilayah berkembang. Pilihan antara menggunakan USDC atau USDT pada akhirnya bergantung pada kebutuhan akses platform, kedalaman pasar yang tersedia, serta kerangka regulasi di wilayah tempat pengguna beroperasi.

Sumber referensi: CoinDesk
CATATAN PENTING

Pahami konteksnya. Kelola risikonya. Lakukan DYOR.

Konten node.indotrenesia.com dibuat untuk edukasi dan navigasi informasi aset digital, bukan ajakan membeli, menjual, atau membuka posisi tertentu. Pahami risikonya, lakukan DYOR (Do Your Own Research), dan gunakan penilaianmu sendiri.

node.indotrenesia.com
01EDUKASIPahami konteks
02RISIKOPahami batasnya
03DYORRiset sendiri