Lewati ke konten utama
Oktober 6, 2026Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com
node.indotrenesia.com
Kebijakan & Regulasi

Pasar Aset Digital AS Alihkan Fokus Regulasi ke SEC dan CFTC Pasca Tertahannya Clarity Act

September 23, 2026 · Oleh Tim Node.IndoTrenesia.com · Diperbarui September 27, 2026
Pasar Aset Digital AS Alihkan Fokus Regulasi ke SEC dan CFTC Pasca Tertahannya Clarity Act

Pemerintah Amerika Serikat mengalihkan prioritas penataan struktur pasar aset digital dari jalur legislasi Kongres ke langkah operasional regulator pengawas pasar. Pejabat dari Gedung Putih dan Departemen Keuangan (U.S. Treasury) menegaskan bahwa perkembangan industri kripto tidak lagi berfokus pada harapan pengesahan rancangan undang-undang di Kongres pasca-pemilihan umum, melainkan bergerak melalui kewenangan lembaga regulator yang ada saat ini.

Sikap tersebut disampaikan oleh penasihat kripto Gedung Putih, Patrick Witt, dan Asisten Menteri Keuangan AS untuk Lembaga Keuangan, Luke Pettit, dalam acara CoinDesk Policy & Regulation yang berlangsung di Washington. Keduanya menyoroti bahwa hambatan legislatif membuat fokus utama kini berpindah pada penetapan aturan oleh U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Pergeseran Jalur Regulasi Pasca-Buntu di Senat

Pergeseran fokus ini terjadi setelah Senat AS gagal meloloskan Digital Asset Market clarity act—rancangan undang-undang yang menjadi prioritas kebijakan utama industri aset digital untuk membangun kerangka struktur pasar yang jelas. Kegagalan tersebut memicu ketidakpastian mengenai peluang pembahasan ulang RUU tersebut pada masa sidang sela (lame duck session), yaitu periode beberapa pekan di akhir tahun antara pelaksanaan pemilu sela dan kedatangan jajaran anggota Kongres baru.

Menurut Luke Pettit, prospek legislasi di ranah Kongres saat ini berada dalam kondisi yang sangat terbatas. Pettit menyebut suasana politik di Parlemen bagi undang-undang tersebut saat ini sangat dingin, namun ia menekankan bahwa fokus regulasi telah bergeser ke pihak administrasi pemerintah.

Patrick Witt menambahkan bahwa efektivitas masa sidang sela sangat bergantung pada hasil pemilihan umum sela pada bulan November, yang akan menentukan konfigurasi mayoritas di House of Representatives maupun Senat. Witt mengungkapkan rasa kekecewaannya atas dinamika politik yang menghambat proses legislasi yang telah diperjuangkan selama setahun terakhir, namun ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membuang waktu untuk menunggu keputusan politik di Kongres.

Mengandalkan Kewenangan SEC dan CFTC

Melihat minimnya kepastian di Kongres, Gedung Putih mendorong percepatan langkah dari regulator pasar independen. Witt menunjuk pada kemajuan yang ditunjukkan oleh SEC dan CFTC sejak pekan lalu dalam menangani sektor aset digital. Langkah ini diambil untuk memastikan adanya kepastian operasional tanpa tergantung pada keberhasilan RUU di masa sidang sela.

Kendati demikian, penerapan aturan dan pengecualian oleh regulator tanpa adanya landasan undang-undang baru bukan tanpa tantangan. Witt mengakui bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh lembaga pengawas berpotensi menghadapi gugatan hukum di pengadilan. Meski demikian, pihak pemerintah berkomitmen untuk memanfaatkan secara maksimal kewenangan eksekutif yang dimiliki saat ini.

“Kami akan melakukan apa yang kami bisa dengan kewenangan yang kami miliki, dan kewenangan itu cukup banyak,” kata Patrick Witt mengenai penegakan aturan oleh lembaga regulator.

Implementasi Undang-Undang Stablecoin GENIUS

Di tengah tertahannya Clarity Act, perhatian pemerintah AS tetap tertuju pada pelaksanaan undang-undang yang telah berhasil disahkan tahun lalu, yakni Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins (GENIUS) Act. Undang-undang ini memberikan mandat kepada Departemen Keuangan dan regulator perbankan untuk menyusun aturan rinci terkait penerbitan dan pengawasan stablecoin di Amerika Serikat.

Luke Pettit, yang terlibat dalam penyusunan RUU GENIUS saat bertugas di Senat, menyatakan bahwa lembaga perbankan dan Depkeu AS sedang aktif menyusun aturan turunan guna memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan oleh undang-undang tersebut. Pettit optimistis seluruh batas waktu pelaksanaan berada di jalur yang benar.

Di sisi lain, Witt mengamati bahwa sejumlah perusahaan telah mulai mempromosikan produk mereka sebagai “berstandar kepatuhan GENIUS” (GENIUS-compliant), meskipun aturan finalnya belum resmi terbit. Menurut Witt, langkah antisipatif dari pelaku pasar untuk menyesuaikan struktur operasional mereka merupakan perkembangan yang sehat bagi industri.

Pengesahan aturan final GENIUS diperkirakan akan membagi pasar stablecoin menjadi dua kategori utama: token yang mematuhi kerangka regulasi resmi dan token yang berada di luar kerangka tersebut. Witt menilai pasar pada akhirnya akan memberikan preferensi pada produk stablecoin yang beroperasi secara patuh di bawah yurisdiksi regulasi, seiring dengan berkembangnya cakupan tokenisasi aset di bawah pengawasan regulasi AS.

Navigasi Bagi Pembaca: Hal yang Perlu Diperhatikan

Bagi pelaku pasar dan pengamat aset digital, perkembangan ini memberikan beberapa indikasi penting dalam memahami arah kebijakan regulasi aset digital di Amerika Serikat:

  • Dominasi Aturan Regulator (Rulemaking): Arah kebijakan pasar kripto AS jangka pendek akan lebih banyak ditentukan oleh aturan teknis, panduan, dan kebijakan eksekutif dari SEC serta CFTC dibandingkan lewat pengesahan undang-undang baru dari Kongres.
  • Potensi Pengujian Hukum: Aturan yang dikeluarkan lembaga pengawas tanpa payung hukum baru dari undang-undang berisiko menghadapi tantangan hukum di pengadilan, yang menjadi faktor ketidakpastian yang perlu dipantau.
  • Kepastian Aturan Stablecoin: Berbeda dari RUU struktur pasar yang tertahan, implementasi teknis GENIUS Act terus berjalan sesuai tenggat waktu untuk menetapkan standar resmi bagi ekosistem stablecoin berdenominasi dolar AS.

Dengan beralihnya fokus ke lembaga pengawas teknis, bentuk tata kelola ekosistem aset digital AS dalam jangka pendek akan sangat tergantung pada detail aturan operasional yang dikeluarkan oleh SEC, CFTC, dan Departemen Keuangan.

Sumber referensi: CoinDesk
CATATAN PENTING

Pahami konteksnya. Kelola risikonya. Lakukan DYOR.

Konten node.indotrenesia.com dibuat untuk edukasi dan navigasi informasi aset digital, bukan ajakan membeli, menjual, atau membuka posisi tertentu. Pahami risikonya, lakukan DYOR (Do Your Own Research), dan gunakan penilaianmu sendiri.

node.indotrenesia.com
01EDUKASIPahami konteks
02RISIKOPahami batasnya
03DYORRiset sendiri